Vol 6/1

JLT Edisi 6/1, Mei 2016 UNDUH PDF (JLT-6-1)

 

DAFTAR ISI 

Assessing Interpretive Use of Language in English Translations of Al-Fatiha, Anandika Panca Nugraha, Sampang Regency Office  (1-12)

Translation Methods of A Fansub by Kyuubisubs of Episode 74 of The Fairy Tail Anime, Bastiko Pradhana, Faculty of Culture Studies, Universitas Brawijaya Malang (13-25)

Eufemisme dalam Wacana Lingkungan Sebagai Piranti Manifestasi Manipulasi Realitas: Perspektif Ekolinguistik Kritis, Elisa Nurul Laili, Universitas Hasyim Asy’ari (26-36)

Pendekatan Fungsional-Struktural dalam Adat Pernikahan Sunda, Mujianto, Jurusan Teknik Elektro/Politeknik Negeri Malang (37-46)

Indonesian Indirect Request Strategies Used in Academic Sphere: A Study in Vocational Program of Universitas Brawijaya, Asih Zunaidah, Study Program of Linguistics, Faculty of Culture Studies, Universitas Brawijaya

(47-54)

Communication Strategies of Male and Female Students, Mariana ulfa, State Polytechnic of Malang (55-61)

Pentingnya Pengembangan Bahan Ajar Bahasa Inggris Berbasis Multimedia, Imam Mudofir, Program Studi Teknik Elektronika Jurusan Teknik Elektro, Politeknik Negeri Malang (62-74)

 

==

KATA PENGANTAR

 

Sidang Pembaca yang terhormat

 

Di dalam volume keenam nomor pertama ini kami persembahkan beberapa artikel hasil penelitian dan pemikiran. Untuk memudahkan pemetaan kami sajikan terlebih dahulu artikel-artikel linguistik terapan. Setelah itu kami sajikan artikel pengajaran bahasa.

Pada artikel pertama, Anandhika Panca Nugraha memaparkan tentang penggunaan bahasa secara interpretif dalam terjemahan Bahasa Inggris surah Al Fatihah yang diambil dari The Koran Interpreted karya Arthur Arberry dan The Qur’an: a New Translation karya Abdel Haleem. Dalam penelitian ini Anandhika Panca Nugraha menunjukkan bahwa terjemahan Abdel Haleem menggunakan struktur dan kata yang bersifat lebih popular dan mudah dipahami. Oleh karenanya, terjemahan Abdel Haleem lebih bersifat popular, sementara karya Arberry lebih bersifat akademis.

Artikel kedua karya Bastiko Pradhana membahas tentang metode penerjemahan Fairy Tale anime Jepang di dalam versi fansub karya Kyubisubs. Dalam penelitiannya Bastiko menggunakan teori Newmark untuk membahas temuannya. Penelitian ini menemukan bahwa penerjemahan teks film (subtitle) cenderung menggunakan metode yang lebih berorientasi pada teks bahasa sumber. Beberapa metode  terjemahan lain juga dipakai. Efek yang dicapai oleh beberapa metode yang berbeda ini memang juga berbeda. Akhirnya disimpulkan bahwa pada umumnya penerjemahan teks film versi funsub ini memiliki metode penerjemahan yang lebih condong ke metode harfiah.

Dalam artikel ketiga, Elisa Nurul Laili menulis tentang Eufimisme dalam Wacana Lingkungan sebagai Piranti Manifestasi Manipulasi Realitas. Dengan memakai perspektif ekolinguistik kritis, Elisa Nurul Laili mengkaji tentang penggunaan eufemisme sebagai sebuah majas yang sering digunakan dalam wacana lingkungan di media massa. Dalam penelitiannya, penulis ini menemukan bahwa dalam wacana tentang lingkungan penggunaan eufimisme lebih bervariasi, dibandingkan dengan penggunaannya dalam wacana jenis lain. Eufemisme tidak hanya menggantikan istilah-istilah tabu, tetapi juga bersifat politis ideologis.

Artikel selanjutnya merupakan karya Mujianto dengan judul Pendekatan Fungsional-Struktural dalam Adat Pernikahan Sunda. Artikel ini membahas tentang konsep budaya dalam aktivitas kehidupan manusia, khususnya pernikahan. Dalam artikelnya Mujianto mengajak pembaca untuk lebih memahami konsep budaya melalui pendekatan fungsional struktural. Fungsional struktural adalah pendekatan terhadap konsep budaya dengan asumsi bahwa budaya memiliki struktur yang terdiri atas berbagai elemen kehidupan dan elemen-elemen tersebut memiliki fungsi yang saling mendukung keutuhan budaya.

Pada artikel kelima, Asih Zunaidah menulis tentang penggunaan bahasa dalam lingkungan akademis. Asih Zunaidah membahas tentang tindak tutur (speech act), khususnya tipe request yang digunakan oleh mahasiswa Vokasi Universitas Brawijaya. Berdasarkan hasil kuesioner, Asih menyatakan bahwa mahasiswa Vokasi cenderung menggunakan strategi tidak langsung dalam berkomunikasi di lingkungan akademis. Penggunaan strategi ini dapat dilihat dari beberapa ujaran yang digunakan oleh mahasiswa dalam berkomunikasi dengan Dosen.

Mariana Ulfah Hoesny memaparkan hal yang senada dengan Asih Zunaidah. Pada artikel keenam penulis ini mengangkat topik strategi komunikasi dalam proses belajar mengajar di Politeknik Negeri Malang. Artikel ini menjelaskan tentang penggunaan strategi komunikasi oleh mahasiswa. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa baik mahasiswa maupun mahasiswi menggunakan strategi komunikasi penghindaran (Avoidance) dan kompensasi (Compensatory). Strategi avoidance dapat diidentifikasi dari mahasiswa yang menghindari penggunaan aturan gramatika dan topik tertentu dalam berkomunikasi. Sementara compensatory menunjukkan usaha yang keras dalam menyampaikan pesan dengan menggunakan beragam cara sehingga mahasiswa tersebut tetap berkomunikasi dalam bahasa kedua.

Dalam artikel penutup Imam Mudofir memaparkan tentang pentingnya pengembangan bahan ajar Bahasa Inggris berbasis multimedia. Hal ini didasari oleh minimnya media pengajaran Bahasa Inggris di Indonesia. Sementara semakin hari kebutuhan untuk menguasai bahasa asing tersebut semakin meningkat. Artikel ini mendukung pembuatan bahan ajar Bahasa Inggris yang menarik dan didukung oleh teknologi informasi sehingga dihasilkan bahan ajar yang menarik untuk meningkatkan minat belajar Bahasa Inggris secara umum di Indonesia.

 

Selamat membaca,

Tim Penyunting