Vol 2/2

Jurnal Linguistik Terapan, Vol 2/2, November 2012 (UNDUH PDF)

Daftar Isi/Table of Contents

  1. The Role of Language in Nation-Building Process, by Anna Grzywacz, Warsaw University
  2. Kiat Pengamanan Bahasa Indonesia (Tinjauan Skeptis pada Era Global) oleh Mujianto, Polinema
  3. Analisis Wacana Kritis Pemberitaan “Saweran untuk Gedung KPK” di Harian Umum Media Indonesia, oleh Mayasari, Nani Darmayanti, Sugeng Riyanto, Unpad
  4. Stimulating Positive English Speaking Class Environment, by Ani Purjayanti, IPB
  5. Enhancing Students’ Listening Skill Through Podcasts, by Oktavia Widiastuti, State Polytechnic of Malang (Polinema)
  6. Using Mind Mapping and Five Reviewing Patterns  to Improve Senior High School Students’ Vocabulary Mastery, by Dian Fadhilawati, Islamic University of Balitar,Blitar, East Java, Indonesia
  7. Analisis Jenis dan Frekuensi Kesalahan Gramatikal Bahasa Inggris Tulis Mahasiswa, oleh Zubaidi, Politeknik Neheri Malang (Polinema)

===

KATA PENGANTAR

Sidang pembaca yang terhormat,

Di dalam volume kedua nomor kedua ini kami persembahkan beberapa artikel hasil penelitian dan pemikiran. Untuk memudahkan pemetaan, kami sajikan terlebih dahulu artikel-artikel linguistik terapan. Setelah itu kami sajikan artikel-artikel yang terkait pengajaran bahasa.

Setelah pada bukan Oktober kita memperingati Sumpah Pemuda dan mengenang kembali betapa bahasa Indonesia merupakan salah satu pemersatu bangsa Indonesia yang luar biasa, edisi kali ini dibuka dengan apresiasi seorang ahli bahasa di Polandia tentang bagaimana bahasa Indonesia telah membantu membentuk bangsa Indonesia. Di artikel pertama, Anna Grzywacz dari universitas Warsawa Polandia, menulis tentang pengamatannya bahwa bahasa dapat dipakai untuk membentuk, menyatukan dan menjaga bangsa. Kesimpulannya ini ditarik berdasarkan pengamatannya atas tiga bahasa, yakni bahasa Indonesia, Ibrani, dan Polandia. Bahasan ini sangat menarik terutama bagi pembaca Indonesia. Pembaca Indonesia bisa melihat bagaimana bangsa lain melihat kelebihan bahasa Indonesia dan ini tentunya bisa menambah semangat para ahli bahasa dan politisi Indonesia untuk terus menjaga bahasa Indonesia.

Setelah melihat bahasa Indonesia dipandang dengan kaca mata orang Polandia, kita langsung disuguhi paparan tentang masalah yang dihadapi bahasa Indonesia. Di dalam artikel kedua, Mujianto mengetengahkan kenyataan bahwa bahasa Indonesia mulai terancam keberadaannya karena adanya penerapan otonomi daerah dan gencarnya globalisasi. Dia memberikan sumbangan pemikiran tentang bagaimana caranya mempertahankan bahasa Indonesia, yakni dengan empat cara. Pertama, men­jaga agar setiap kata asing yang masuk mem­peroleh padanan yang berterima, sesuai dengan situasi pemakaiannya. Kedua, men­jaga agar tata bahasa Indonesia tidak ber­ubah dan agar tetap dikuasai oleh para pe­nuturnya. Ketiga, menggalakkan penulisan dalam ber­bagai bidang dengan bahasa Indonesia sesuai dengan ragam dan larasnya. Dan keempat, pemaksimalan peran bahasa Indonesia dalam berbagai ranah kehidupan.

Di artikel ketiga, Mayasari, dkk., dengan menggunakan pisau analisis wacana kritis berusaha membongkar bagaimana Media Indonesia menggunakan bahasa dan kutipan dalam me­nempatkan tokoh atau DPR dalam wilayah negatif, KPK dalam wilayah positif, dan melakukan pencitraan positif terhadap partai ­pemimpinnya.

Mulai artikel ke-4 ini, para penulis menyajikan hasil penelitian dan pemikiran terkait pengajaran bahasa. Purjayanti, dalam artikel ke-4, melaporkan hasil penelitiannya. Dia menyimpulkan bahwa guru merupakan faktor yang paling dominan di dalam menciptakan suasanan yang mendukung pembelajaran bahasa Inggris. Dia juga merangkum karakteristik guru/dosen yang disukai siswa/mahasiswa bahasa Inggris dan lingkungan kelas yang mendorong motivasi belajar bahasa Inggris.

Widiastuti, dalam artikel ke-5, menyajikan pemikirannya tentang bagaimana podcast dapat dimanfaatkan untuk mengajar bahasa Inggris, terutama keterampilan menyimak (listening).  Sementara itu, Fadhilawati melaporkan bagaimana penggabungan mindmapping dan lima pola pengulangan pelajaran yang diusulkan Buzan (2009) dapat meningkatkan penguasaan kosa kata bahasa Inggris siswa Madrasah Aliah.  Akhirnya, di artikel ke-7, Zubaidi melaporkan beberapa jenis kesalahan mahasiswa dalam berbahasa Inggris lisan serta kemungkinan penyebabnya. Dia mendapati bahwa jenis kesalahan terbanyak adalah omission of article, omission of plural, S-V agreement, dan omission of preposition. Hasil investigasi menyatakan bahwa penyebab kesalahan tersebut adalah adanya pengaruh bahasa asal (L1) terhadap bahasa sasaran (L2).

Selamat membaca,

Tim Penyunting